Dalam rangka mengukur capaian kompetensi peserta didik pada akhir jenjang pendidikan, SMA Kristen Kesetnana melaksanakan Ujian Sekolah bagi siswa kelas XII secara terstruktur dan berbasis teknologi. Pada tahun pelajaran ini, ujian diikuti oleh 72 peserta dengan menggunakan sistem berbasis Android dan komputer (Computer Based Test/CBT). Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 sampai dengan 17 April 2026. Kegiatan ini mencerminkan komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sebelum pelaksanaan ujian sekolah, pihak sekolah telah menyusun dan melaksanakan serangkaian tahapan persiapan secara sistematis. Tahap awal berupa pemberian les tambahan kepada siswa kelas XII yang bertujuan untuk memperdalam penguasaan materi serta meningkatkan kesiapan akademik peserta didik.

Selanjutnya, peserta didik mengikuti ujian praktik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran tertentu guna menilai keterampilan dan kompetensi secara aplikatif. Selain itu, sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai spiritual, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan doa bersama sebelum pelaksanaan ujian.

Tahapan berikutnya adalah persiapan teknis pelaksanaan ujian berbasis Computer Based Test (CBT). Peserta didik diberikan pembekalan terkait penggunaan aplikasi ujian berbasis Android dan komputer guna meminimalisasi kendala teknis selama ujian berlangsung.

Dalam rangka menjamin objektivitas, transparansi, dan integritas pelaksanaan ujian, panitia dan pengawas ruangan melaksanakan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama.

Pelaksanaan ujian sekolah secara resmi ditandai dengan penyerahan berkas ujian oleh Kepala Sekolah, Olpi Kabnani, S.Pd., Gr kepada Ketua Panitia Ujian Sekolah, Dominius K. Liufeto, S.Pd., Gr, yang menjadi simbol dimulainya pelaksanaan ujian sekolah.

Ujian berlangsung di lingkungan sekolah dengan pengawasan ketat dari panitia dan guru. Para siswa mengerjakan soal melalui perangkat telepon pintar berbasis Android yang telah terhubung dengan sistem ujian sekolah, serta didukung penggunaan komputer sebagai perangkat alternatif.

Kepala sekolah, Olpi Kabnani, menyampaikan bahwa penerapan ujian berbasis Android memberikan berbagai kemudahan, baik bagi siswa maupun pihak sekolah.
“Pelaksanaan ujian berbasis Android ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami. Selain lebih efisien, sistem ini juga membantu meminimalkan penggunaan kertas serta mempercepat proses penilaian,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan ujian, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan teknis guna memastikan kelancaran pelaksanaan ujian, termasuk penyediaan perangkat cadangan bagi siswa yang mengalami kendala.

Setiap harinya, peserta ujian mengikuti dua hingga tiga mata pelajaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Soal ujian disusun oleh guru berdasarkan kisi-kisi kurikulum yang berlaku dan disajikan dalam bentuk pilihan ganda, pilihan dganda kompleks, menjodohkan, essai melalui aplikasi digital.

Salah seorang siswa kelas XII, Manase Lake, mengungkapkan bahwa sistem ujian berbasis Android memberikan pengalaman baru dalam proses evaluasi pembelajaran.
“Awalnya kami merasa sedikit tegang karena menggunakan sistem digital, tetapi setelah terbiasa, ternyata lebih mudah dan cepat. Kami juga bisa langsung mengetahui hasilnya,” ungkapnya.

Pelaksanaan hari pertama ujian dilaporkan berjalan tertib dan lancar. Para siswa mengikuti ujian dengan disiplin, sementara panitia memastikan sistem berjalan tanpa kendala berarti. Secara keseluruhan, sebanyak 72 peserta mengikuti ujian yang dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 17 April 2026 dengan memanfaatkan perangkat Android dan komputer.

Dengan pelaksanaan yang didahului oleh tahapan persiapan yang komprehensif, mulai dari les tambahan, ujian praktik, doa bersama, hingga kesiapan sistem CBT, pelaksanaan Ujian Sekolah di SMA Kristen Kesetnana dapat berlangsung secara tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan sistem berbasis teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akurasi dalam penilaian hasil belajar siswa, sekaligus mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.